Form Order Free
Sebelum kita melanjutkan suatu pekerjaan desain dan pelaksanaan pekerjaan, ada baiknya kita berdiskusi dengan siapa (klien) tentang Arsitektur. Buat kami, Arsitektur adalah suatu impian penuh imajinasi yang harus diceritakan diantara Arsitek dan Klien itu sendiri. Ketika si klien mendatangi Arsitek, maka mulailah dengan menayakan berbagai opsi dari kebutuhan konsep untuk “atmosfere” dan fungsi objek, nama dan jumlah kebutuhan ruang, beberapa kemungkinan untuk “view” dari dalam bangunan, dan material dengan pilihan yang tepat. Dengan demikian apa yang sangat diimpikan seorang klien, maka arsitek bisa mengidentifikasi dengan berbagai point entry untuk memulai desain.
Misalnya untuk konsep Suatu Rumah Tinggal, tentu kita bicara banyak mengenai konsep, baik dari fungsi dan bentuk. Apa arti rumah yang sebenarnya? Arsitektur menjawab, bahwa rumah adalah salah satu expresi individual seorang klien bersama seluruh keluarganya. Dengan demikian, mendesain rumah tidaklah hanya rutinitas dari proyek arsitektur semata, melainkan disana ada proses, korelasi, dan hubungan yang memengaruhi diantara klien dan familinya.
Dengan menyelesaikan suatu proyek desain rumah dengan baik dan tepat, seolah-olah merupakan tujuan kami bersama antar Arsitek dan klien, RUMAH MERUPAKAN SUATU IMPIAN YANG DIBANGUN DIANTARA ARSITEK DAN KLIEN. Dengan mengetahui sesama maka kita bisa mengexplorasi apa dan bagaimana dengan seleluasa dan seindah yang kita bayangkan, inilah alasan untuk suatu pekerjaan PROYEK ARSITEKTUR, dimana selalu ada hubungan antara masa lalu dan mendatang, sesuatu yang hanya imajinasi menjadi kenyataan.
Salam,
PERTANYAAN PERTAMA KLIEN KEBANYAKAN ADALAH,
JASA DESAINNYA BERAPA? MAHAL GAK MAS??
dari pertanyaan di atas, kami cukup terdiam untuk menjawabnya, seolah-olah yang ada di mindset klien bahwa jasa Arsitek pasti mahal. kemudian kami balik bertanya ke klien saya,
apakah Anda pernah sakit? jawabannya “pernah”
anda ke dokter untuk memeriksakan penyakit anda?jawabannya “iya”
anda berkonsultasi keluhan Anda ke dokter?jawabannya “iya”
kemudian Anda minta saran sebaiknya pencegahannya bagaimana?jawabannya “iya”
ketika dokter meminta untuk membayar di kasir sejumlah uang (“100 ribu misalnya”), Apakah Anda merasa mahal? seharusnya Anda tidak merasa mahal, karena Anda yang semula tidak paham jadi tau, dan penjelasan dokter berdampak positif terhadap kesehatan Anda sendiri.
silahkan Anda bandingkan!!!
Jawaban bahwa Jasa Arsitek itu mahal:
karena desain yang diberikan kurang memenuhi keinginan Anda,
karena desain yang diberikan mungkin meng-copy paste dari bentuk-bentuk rumah yang sudah ada, dan tidak menjadi kebanggan keluarga dan teman-teman anda,
karena desainnya tidak komunikatif, tidak jelas dan tidak berkonsep yang kongkrit,
karena desainnya tidak jelas, maka estimasi biaya dan lama pekerjaannya juga tidak jelas,
karena mungkin Anda ketika berkonsultasi belum maksimal mengeluarkan keluhan, dan keinginan Anda ke Arsitek,
Jawaban bahwa Jasa Arsitek itu terjangkau:
ketika Anda menemukan desain yang inspiratif, ketika Anda menemukan desain yang memecahkan masalah dan memenuhi keinginan Anda, ketika Anda melihat konsep yang jelas, menarik dan akan menjadi pujaan untuk teman-teman kantor, sejawat, keluarga, dll. Ketika Anda melihat bahwa bentuk yang indah, dapat di tekan dengan biaya yang terjangkau, ketika Anda dapat melihat dan mengetahui perkiraan Anggaran Biaya, dan lama pekerjaannya, sehingga Anda dapat mengontrol setiap saat, ketika Anda orang awam, dan kemudian Anda di bantu untuk mewujudkan keinginan melalui gambar 2D dan 3D, tentunya akan sangat terbantu,maka sebaiknya adakan diskusi yang cukup dan sampaikan keinginan Anda ke Arsitek, sehingga Arsitek dapat mengeksekusi desain dengan maksimal sesuai dengan selera Anda.
nah, mudah-mudahan pertimbangan tersebut dapat membantu Anda untuk mempermudah memilih dan memberikan Jasa Arsitektur yang Anda percayai. “Seorang arsitek akan memberikan gambaran yang sejelas – jelasnya tentang desain rumah dan biaya yang akan dikeluarkan nanti, dengan memakai jasa arsitek kita sebisa mungkin menghindari pekerjaan pekerjaan yang nantinya akan menimbulkan pemborosan, bongkar pasang akibat dari perencanaan yang kurang matang sebelumnya, yang jika di bandingkan dengan jasa yang harus di bayar untuk seorang arsitek justru lebih besar, belum lagi hasil desain rumah tinggal yang mungkin kita tidak puas. Dengan memakai jasa seorang arsitek, maka kita bisa melihat hasil akhir dari desain rumah tinggal dengan bantuan sketsa – sketsa desain rumah tinggal atau karena kemajuan teknologi saat ini, kita bisa juga melihat hasil akhir dari disain persis seperti aslinya dengan bantuan animasi komputer”
ISI FORMULIR TERSEBUT UNTUK KONSULTASI DENGAN KAMI:
konsultasikan rencana rumah anda dengan mengirim data (masalah) yang Anda keluhkan, Kami akan berusaha menjawab masalah tersebut dengan komprehensif.
GRATIS UNTUK KONSULTASI DESAIN
KIRIMKAN DENAH AWAL ANDA UNTUK DI RENOVASI,
ATAU LOKASI RUMAH ANDA.
lihat di HOME DESIGN untuk liat gambar rumah tinggal
by Mr. Wempi Roman, ST
Irma W said
Mas Wempi,
Mas, kami terpaksa angkat kaki dari rumah kontrakkan dan hanya diberi waktu 2 minggu, kami membulatkan tekad dan memberanikan diri untuk mulai membangun rumah kami sendiri walaupun gubuk sekalipun (sudah cape, pindah-pindah melulu mas).
Setelah mengumpulkan dari berbagai sumber, akhirnya terkumpullah budget sekitar 15 jutaan. Hari gini mbangun dengan 15 juta??? Biarin deh mas, yang penting harus jadi. Rumah tipe rumah korban bencana pun ga papa deh. Yang penting ada tempat untuk berteduh dulu.
Alhamdulillah, kami sudah mempunyai tanah dengan ukuran lebar 8.5m dan panjang 24m menghadap arah barat. Tanah tersebut menghadap jalan kampung dengan view yang cukup indah (lega), karena lokasi tersebut masih cukup sepi.
Rencananya, dengan budget tersebut, kami dapat memenuhi kebutuhan 2 kamar anak dan 1 kamar utama, ruang keluarga merangkap ruang belajar, tempat sholat, ruang tamu dan dapur yang berdekatan dengan ruang cuci. Oh ya, jangan lupa teras, kamar mandi dan tempat menjemur pakaian.
Dari berbagai sumber, yang terbayang saat ini untuk membangun rumah tersebut adalah dengan pondasi umpak, dengan seluruh dinding menggunakan grc, baik dinding luar maupun dalam. Demikian pula atap grc tanpa plafond.Alasan menggunakan grc, karena ringan sehingga pondasi bisa menggunakan pondasi umpak. Idenya, meniru rumah panggung tradisonal yang menggunakan bilik bambu sebagai dindingnya.
Yang menjadi masalah adalah, kami belum terbayang bagaimana memasang kusen (kebetulan kami punya kusen bekas sebanyak 5 bh)dan kolom apa yang digunakan. Alternatif kolom yang kami tahu adalah kolom kayu, bambu, besi atau baja ringan. Bagaimana menurut pendapat mas wempi, mana yang lebih baik namun ekonomis.
Selain itu, untuk dinding, karena kami belum menghitung rab-nya, kira-kira, mana yang lebih baik apakah menggunakan grc seluruhnya, atau gabungan batako-grc (bagian bawah batako, atasnya grc), atau gabungan bata-grc ????
Untuk rangka atap, bisa dengan bambu, atau harus kayu atau baja ringan ??? Bisakah membeli baja ringan secara lengsung ditoko atau harus pesan ke pabriknya ?? (termasuk juga untuk kolom rumah).
Mas, untuk dinding kamar mandi dan dapur, sbenarnya kami lebih cenderung menggunakann dinding bata atau batako. Tapi, bagaimana pondasinya ?? Apa tetap bisa menggunakan model umpak?
Trus mas, walaupun sekarang budget amat sangat minim, tapi kami tetap punya mimpi, suatu saat akan memiliki rumah yang ideal sesuai kebutuhan. Keinginan ideal tersebut adalah
1 kamar utama yang cukup luas, ada tempat baju (walk in closet) dan ruang kerja.
2 kamar anak (ukuran sekitar 2.5 x 3)
1 kamar mandi
Ruang belajar atau ruang baca
Ruang keluarga yang menghadap taman
Ruang makan yang menghadap taman
Dapur bersih yang menghadap taman dan berdekatan dengan ruang cuci dan dapur kotor.
untuk dapur, kami cenderung ditaruh di bagian depan,selain karena menghadap barat, juga untuk memonitor tamu yang datang karena aktivitas didapur (dan ruang servis) cukup intens.
Gudang,
Teras depan, belakang, samping kiri dan kanan untuk cross ventilation. Teras samping tidak perlu besar, yang penting ada.
Bukankah dengan luas lahan yang ada, hal tersebut dapat diakomodir kan mas ?? Selain itu, view lebih diarahkan ke selatan karena diarah timur ada kuburan.
Untuk antisipasi, kami juga ingin ada kamar pembantu dan kamar mandinya.
Karena sering kumpul keluarga besar, kami juga ingin ada area kosong yang bisa disulap menjadi kamar tidur tamu.
Karena jarang menerima tamu, kami tidak terlalu memerlukan ruang tamu. Jadi sebaiknya bisa di akomodir di teras depan. untuk teras depan, kami ingin yang agak sedikit tertutup atau tersembunyi, mengantisipasi lokasi yang di pinggir jalan. Walaupun sekarang masih sepi, mungkin 5 atau 10 tahun kedepan sudah rame dan bising. Walaupun agak tersembunyi , kami harap teras depan juga bisa digunakan untuk memandang view yang lumayan lega.
Area carpot kami harap cukup lega, selain untuk parkir keluarga yang bertamu, juga kedepan dipersiapkan untuk tempat usaha.
Selain itu, untuk mengantisipasi hobi suami dan anak mengutak atik otomatif, didekat carport disediakan area untuk manaruh atau menyimpan peralatan pertukangan, sekaligus juga tempat menyimpan sepeda – sepeda motor, tempat meyimpan sepatu dan memakai sepatu yang posisinya agak terlindung dari jalan (untuk menghindari pandangan dari orang yang lewat dan menghindari si panjang tangan)
Klo bisa siih, akses masuk yang sering digunakan adalah melalui ruang tempat menyimpan sepatu tersebut, sehingga tidak ada sendal atau sepatu yang berserakan di teras depan. Klo bisa akses tersebut juga untuk dapur, sehingga memudahkan akses keluar dari dapur ke depan (ke jalan) (untuk memanggil tukang sayur, untuk pergi ke warung atau untuk menjaga ruang usaha, klo sudah ada).
Pertanyaannya adalah, bagaimana mengatur agar pembangunan sekarang (walaupun dengan budget terbatas) tetap dapat mengikuti visi rumah idaman masa depan kami tersebut.
Demikian mas, besar harapan kami Mas Wempi dapat membantu. Untuk itu, sebelum dan seudahnya, kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya..
wassalam,
Irma
beterworld said
terimakasih ibu irma atas kepercayaannya..
saya akan berusaha menjawab dari deskripsi ibu,
saya memberikan 2 alternatif :
1. rumah dengan taman di tengah (didalam rumah)
konsenya adalah, memberikan pandangan yg menarik di dalam ruang, dengan penutup atap transparan, agar memasukkan cahaya matahari di taman tersebut. sekaligus membedakan antara ruang-ruang tidur (privat) dan ruang bersama (makan,klrga,belajar,)
upaya untuk menekan biaya, pemakain tembok diaplikasikan untuk ruang2 yg privat, sedang ruang2 bersama bisa menggunakan bahan GRC, sentuhan bambu, dan kaca, tentunya dengan penataan yg dinamis. penempatan ruang sesuai dengan gambaran dari ibu tersebut, yaitu dapur di bagian depan.
2. rumah tumbuh dan berkembang sesuai dg kebutuhan
yaitu dengan membangun ruang2 yg saat ini di butuhkan, dan akan dilanjtkan untuk tahun berikutnya sesuai ativitas dan anggota keluarga.
memang pada awalnya alternatif ke 2 ini tipe kecil, karena untuk menekan biaya, namun dengan adanya sirkulasi di sisi samping yg bisa mengakses langsung ke dapur, dan taman belakang, dg ini memberi kemungkinan untuk ruang-ruang pengembangan di bagian belakang. dengan menggunakan bahan seperti GRC, bambu, dan kayu bekas yg ibu miliki sangat bermanfaat untuk menekan biaya.
mengenai penggunaan pondasi haruslah baik, bisa umpak setempat. kolom dengan cor beton dan rangka besi dimensi 8-10.
untuk rangka penutup atap bisa menggunakan bambu, namun harus diseleksi terlebih dahulu.
tembok bahan GRC memang baik, bisa langsung dicat, tanpa diberi alas semen plamir. sebaiknya bagian2 ruang penting menggunakan tembok bata atau batako , dan ruang2 yg fleksibel dapat menggunakan GRC..
carport di bagain sisi depan, selain memudahkan juga dapat menampung hobi anggota keluarga, yaitu dengan menempatkan box tools mekanik didepan misalnya.
desain awal yg terbuka memungkinkan akan adanya perubahan menjadi tempat usaha(toko).
ini ada denah awalnya buat pertimbangan. terimakasih, mudah2an puas…
denah saya kirim lewat email dg alamat ibu….
Eddy Bestio said
mas wempi,
saya punya lahan garap seluas 2,5 ha.saya sudah memakai jasa arsitek tapi karena merasa tdk cocok dengan pekerjaannya saya hentikan kerjasamanya, tanah itu berbukit dan rencananya akan saya bangun utk training camp,pemancingan,tanam buah dan sayuran..untuk tahap awal sdh ada bangunan ruang untuk seminar / workshop seluas 9 x 13 m…yang jadi persoalan setelah ditinggal arsitek saya kebingungan mengenai lantai atas yg sdh dicor tapi belum ada penutupnya…saya inginkan di lt atas tersebut dibuat utk melihat pemandangan kota bogor utk tempat santai..saya minta saran dari mas wempi
salam,
Eddy Bestio
beterworld said
terimakasih sudah mampir mas eddy bestio..
sebelumnya saya ingin sampaikan, mas eddy mungkin belum melakukan banyak diskusi dg si Arsitek, atau mungkin memang si Arsiteknya gak bener (saya tidak tahu). namun dengan keadaan yg sedemikian rupa dilapangan tersebut, bisa dikondisikan dengan trik dan tindakan yang solutif untuk melanjutkan pekerjaan sesuai dengan keinginan Mas Eddy. Jika tempat tersebut ingin secepatnya bisa “dikunjungi” konsumen, maka sebaiknya diselesaikan saja Bangunan untuk Seminar/Workshop. tentunya dengan cara dan pertimbangan yg matang, agar tidak salah langkah unt selanjutnya. dan jika tempat tersebut tidak mendadak unt dikunjungi para konsumen, maka sebaiknya didesain secara komperhensif, jgn ada sejengkal tanah yg sia-sia, karena akan dikunjungi kalayak umum.
mengenai kondisi geografi (yg Mas Eddy ceritakan) menurut saya memiliki nilai jual yg bagus, dengan kondisi tanah perbukitan, maka bangunan yg akan terwujud lebih manarik dan indah asal didesain secara baik. saya yakin akan jadi nilai investasi yg sangat menjanjikan unt Mas Eddy…
Salam kembali..terimakasih mas..
Suwarno S said
Saya ingin membangun rumah yang luas (besar), mengingat lahannya juga luas,namun tidak terkesan mewah, karena lokasinya di desa (kecamatan pada kabupaten).
Budgetnya 200 juta rupiah, rumah dg 4 km tidur plus km mandi & wc, 1 gdg, 1 r tamu, 1 r keluarga, 1 r makan, dapur, grasi (car port) u 2 mbl, 1 ruang santai (faviliun) merangkap r sholat
beterworld said
Salam Hormat,
pak Suwarno yg kami hormati, terimakasih sudah mampir ke webblog kami, Kami merasa senang karena bisa berbuat dan beramal lebih banyak melalui membantu orang yg membutuhkan…
oiya pak, tolong kami diberi alamat lokasinya, kaitannya adalah supaya kami mengetahui potensi daerah bapak, apa aja material yg harganya terjangkau yg bisa dimanfaatkan..
kami segera kirim file yg bapak butuhkan, terimakasih.
salam..
Suwarno S said
Lokasi rencana pembangunan rumah tsb di Kabapaten Lampung Tengah (Metro) kecamatan Trimurjo.
Luas tanah 20m x 40m terletak antara persawahan dan irigasi (belakang sawah, depan irigasi primer)
beterworld said
Salam…
wah menurut kami lahan bapak cukup luas sekali, dan memiliki udara yg segar karena dekat persawahan, namun yg perlu diperhatikan disini adalah alur sirkulasi udara dan penempatan kisi-kisi untuk menangkal cahaya matahari sore hari. OK pak, kami siap untuk membantu menjawab pertanyaan bapak…silahkan ditunggu saja…
salam..
Meilando said
Suatu pemikiran yang cerdas, menjadi masukan bagi saya jika kelak ingin membangun sebuah rumah
salam kenal. anda sungguh luar biasa, suksess selalu.
abi hasan said
Assalamu alaikum Kami ingin sekali membangun rumah di lahan kami yang berukuran 8 x 47 (mengikuti sisi jalan di depan lokasi kami)rencana 2 lantai. 1 kmr tidur utama + 2 kmr tidur anak (semua dengan kmr mandi dalam) rg tamu, musholla, rg. keluarga, dapur bersih dan kotor, rg cuci dan kmr pembantu di lantai bawah. kira2 desain gimana mbak. lokasi kami berkontur. terimakasih atas perhatian dan bantuannya
beterworld said
walaikumsalam wr wb,
saudara kami yg budiman,
sebelumnya kami terimakasih sudah mampir ke web blog kami
setelah membaca gambaran lokasi tanah bapak, kami mengidentifikasi konsep perencanaannya menjadi beberapa ponit penting. diantaranya;
-pondai bangunan harus stabil, dengan mengecek kondisi tanah yg berkontur
-ruang dalam rumah akan mendapatkan pemandangan yg menarik dan udara yang sejuk (dengan menempatan jendela mengarah ke view sekeliling)
-dengan bentuk tanah searah dengan jalan akan menjadi nilai tambah, dan sekaligus menjadi masalah, perlu adanya penyesuaian dengan jalan.
-ruang servis dilantai dasar, dan ruang tidur di lantai atas
kami berharap bapak tidak keberatan untuk memberikan foto-foto lokasi, kami ingin melihat kelandaian kontur2nya..
setelah itu akan mencoba memberikan konsep gambar ke bapak.
salam,
hasan said
LUAAAAAAAArrrrrrrBIasa mau berbagi
thx success
beterworld said
maturnuwun dah mampir bos,
doakan mudah2an semua lancar dan temen2 yang mampir ke WebBlog kami puas dg konsultasi permasalahan Bangunan rumah dll….
ira said
Sy berinspirasi punya rumah dgn tatanan asri dan minimalis, sy punya lahan 13 x 29, pengen luas bangunan/badan rumah 11 x 20, 2 lantai tp kliatan dr depan hanya 1 lantai, di lantai 2 hanya untuk t4 cuci/jemuran, 1 kamar dan ruang santai, dilantai 1 : 1 kamar tamu, 1 kamar utama, 1 kamar anak, plus mushallah, dapur yg agak besar, ruang makan dgn taman pake pintu dorong, anggaran yg ada skrang hanya 200jt, oya rumah sudut samping ada jalan 3 meter depan 5 meter, tq atas bantuannya.
ROOFI said
Mas Wempi,
Berawal dari rencana menanam pohon jati dan sengon di atas areal tanah seluas 2180 m2, tiba-tiba muncul keinginan untuk membangun kedai atau warung makanan & minuman yang aman, nyaman dan indah dipandang mata. Ide ini muncul ketika saya melakukan survei ke lokasi di Desa Cipaku Kecamatan Cibogo Kabupaten Subang Jawa Barat.
Secara geografis lokasi lahan tersebut berada di Timur Kabupaten Subang, tepatnya di jalan utama Desa Cipaku tidak jauh dari lokasi Kantor Kecamatan Cibogo. Secara visual ke arah timur terdapat view bangunan kantor yang dibatasi jalan utama Desa, ke arah Barat hamparan tanah kosong dengan view makam/kuburan desa yang sekaligus menjadi tanda/batas kepemilikan tanah, ke arah utara terdapat view bangunan kantor Yayasan Pesantren yang dibatasi dinding/tembok bangunan yang sekaligus menjadi tanda/batas kepemilikan tanah, dan ke arah selatan hamparan tanah kosong dengan view pohon sengon dan jati, dimana ditengah areal tersebut terdapat menara provider selullar. Tidak jauh dari lokasi lahan terdapat Kantor Dinas Pendidikan, Kantor Dinas Perhubungan, Bangunan SD, SMP, SMA, Perumahan Penduduk dan Pangkalan Ojek. Untuk kondisi lahan apabila dilihat dari selatan ke arah utara nampak seperti lahan dengan hamparan tanah rata/datar, tetapi apabila dilihat pada batas tembok kondisi lahan tanah tersebut tidak rata, cenderung menurun.
Mengingat rencana awal adalah menanam pohon jati dan sengon tentunya keinginan untuk membangun kedai atau warung makanan dan minuman ini diharapkan tidak memerlukan atau menggunakan lahan luas namun cukup untuk membangun sebuah kedai atau warung dengan biaya minim.
Luas Bangunan
Rencana lahan yang akan saya gunakan untuk keperluan bangunan adalah 120 m2. Dengan luas lahan tersebut diharapkan saya bisa membangun Kedai atau Warung lengkap dengan fasilitas :
1. Ruangan Teras atau Lobi.
2. Ruangan Utama.
3. Ruangan untuk mengolah makanan dan minuman.
4. Ruangan untuk mencuci peralatan kotor.
5. Ruangan untuk menyimpan stok makanan dan minuman.
6. Ruangan untuk pelayanan dan kasir.
7. Ruangan untuk cuci tangan.
8. Ruangan untuk Toilet/WC.
9. Ruangan untuk kamar tidur pegawai.
9. Ruangan untuk kantor dengan fasilitas kamar tidur dan kamar mandi didalam.
10.Ruangan untuk genset.
Desain Bangunan
Ide yang terlintas dalam pikiran saya pada waktu itu adalah membangun Kedai atau Warung dengan Desain Bangunan Naturalis Khas Orang Sunda. Keinginan untuk bisa mewujudkan ide ini muncul mengingat lahan ini dahulunya merupakan eks lahan perkebunan kolonial P&T Lands. Menurut informasi penduduk setempat dahulunya Cipaku dikenal sebagai daerah Perkebunan Karet, sentra penghasil pohon jati dan jeungjing (sengon, red). Disamping itu desain bangunan ini diharapkan dalam pelaksanaannya tidak menggunakan material bangunan mahal dan sulit didapat.
Infrastruktur Bangunan
Secara umum di lahan ini belum tersedia fasilitas air bersih, fasilitas pembuangan air kotor, tidak terdapat saluran air kotor/selokan.
Bahan Bangunan
Secara kebetulan saat ini saya memiliki persediaan bata merah 8000 buah siap pakai. Sedangkan untuk keperluan material lain seperti batu untuk pondasi, kayu lokal, genteng dan pasir secara teknis mudah didapat.
Selanjutnya mohon saran dan masukan Mas Wempi sebagai berikut :
1. Berapakah luas lahan yang harus saya siapkan untuk keperluan area parkir motor dan mobil?
2. Berapakah biaya desain yang harus saya bayar untuk desain dengan luas bangunan 120 m2?
3. Berapakah anggaran biaya yang harus saya siapkan untuk membangun kedai atau warung sesuai desain anda?
Demikian disampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya, saya ucapkan terima kasih.
Salam hangat,
ROOFI
HP 081 222 038 182
085 220 198 626
e-mail roofi.zulkifli@yahoo.com
5455roofi@gmail.com